Senin, 30 April 2018

Cara Membuat Menu Drop Down Blog Tanpa Mengedit Html

Cara Membuat Menu Drop Down Blog Tanpa Mengedit Html - Menu drop down sangat bermanfaat untuk blog, apa lagi bila banyak label/categori, atau laman blog. menu ini bisa digunakan untuk menyisipkan laman atau labe dan sebagianya. langsung saja kita akan bahas Cara Membuat Menu Drop Down Blog Tanpa Mengedit Html, untuk artikel Cara Membuat Menu Drop Down Blog denganMengedit Html nantikan di artikel selanjutnya hehehe.

Bagi yang masih belum mengerti apa itu Drop Down saya akan menjelaskan sedikit mengenai Menu Drop Down
Menu Drop Down adalah Menu link yang apabila disentuh dengan Mouse nanti akan ada menu link yang jatuh kebawah.Contohnya Nanti akan saya tampilkan di bawah tulisan ini.
Membuat Menu Drop Down juga bisa menambah peningkatan SEO Friendly Blog,karena dengan adanya menu Drop Down pengunjung blog anda akan lebih gampang mencari Informasi yang dia butuhkan.
Untuk Membuat menu Drop Down silahkan anda Copy Kode di bawah ini:

Adapun caranya sebagai berikut.
  1. Login ke Blogger
  2. Masuk ke dasbor blog kemudian klik Tata Letak
  3. Kemudian klik Tambah Gadget dan cari Html/Java Scrift seperti gambar dibawah ini
  4. Klik tanda + sebelah kanan Html/Java Scrift gambar bagian atas kemudian kopikan kedalam kode di bawah ini   
<style>
#menu
{
width: 100%;
margin: 0;
padding: 10px 0 0 0;
list-style: none;
background: #000000;
background: -moz-linear-gradient(#444, #000000);
background: -webkit-gradient(linear,left bottom,left top,color-stop(1, #111),color-stop(1, #444));
background: -webkit-linear-gradient(#444, #111);
background: -o-linear-gradient(#444, #111);
background: -ms-linear-gradient(#444, #111);
background: linear-gradient(#444, #111);
-moz-border-radius: 50px;
border-radius: 50px;
-moz-box-shadow: 0 2px 0px #9c9c9c;
-webkit-box-shadow: 0 2px 0px #9c9c9c;
box-shadow: 0 2px 0px #9c9c9c;
}
#menu li
{
float: left;
padding: 0 0 10px 0;
position: relative;
line-height: 0;
}
#menu a
{
float: left;
height: 25px;
padding: 0 25px;
color: #999;
text-transform: uppercase;
font: bold 12px/25px Arial, Helvetica;
text-decoration: none;
text-shadow: 0 1px 0 #000;
}
#menu li:hover > a
{
color: #fafafa;
}
*html #menu li a:hover /* IE6 */
{
color: #fafafa;
}
#menu li:hover > ul
{
display: block;
}
/* Sub-menu */
#menu ul
{
list-style: none;
margin: 0;
padding: 0;
display: none;
position: absolute;
top: 35px;
left: 0;
z-index: 99999;
background: #444;
background: -moz-linear-gradient(#444, #111);
background: -webkit-gradient(linear,left bottom,left top,color-stop(0, #111),color-stop(1, #444));
background: -webkit-linear-gradient(#444, #111);
background: -o-linear-gradient(#444, #111);
background: -ms-linear-gradient(#444, #111);
background: linear-gradient(#444, #111);
-moz-box-shadow: 0 0 2px rgba(255,255,255,.5);
-webkit-box-shadow: 0 0 2px rgba(255,255,255,.5);
box-shadow: 0 0 2px rgba(255,255,255,.5);
-moz-border-radius: 5px;
border-radius: 2px;
}
#menu ul ul
{
top: 0;
left: 150px;
}
#menu ul li
{
float: none;
margin: 0;
padding: 0;
display: block;
-moz-box-shadow: 0 1px 0 #111111, 0 2px 0 #777777;
-webkit-box-shadow: 0 1px 0 #111111, 0 2px 0 #777777;
box-shadow: 0 1px 0 #111111, 0 2px 0 #777777;
}
#menu ul li:last-child
{
-moz-box-shadow: none;
-webkit-box-shadow: none;
box-shadow: none;
}
#menu ul a
{
padding: 10px;
height: 10px;
width: 130px;
height: auto;
line-height: 1;
display: block;
white-space: nowrap;
float: none;
text-transform: none;
}
*html #menu ul a /* IE6 */
{
height: 10px;
}
*:first-child+html #menu ul a /* IE7 */
{
height: 10px;
}
#menu ul a:hover
{
background: #0186ba;
background: -moz-linear-gradient(#04acec, #0186ba);
background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, from(#04acec), to(#0186ba));
background: -webkit-linear-gradient(#04acec, #0186ba);
background: -o-linear-gradient(#04acec, #0186ba);
background: -ms-linear-gradient(#04acec, #0186ba);
background: linear-gradient(#04acec, #0186ba);
}
#menu ul li:first-child > a
{
-moz-border-radius: 5px 5px 0 0;
border-radius: 5px 5px 0 0;
}
#menu ul li:first-child > a:after
{
content: '';
position: absolute;
left: 30px;
top: -8px;
width: 0;
height: 0;
border-left: 5px solid transparent;
border-right: 5px solid transparent;
border-bottom: 8px solid #444;
}
#menu ul ul li:first-child a:after
{
left: -8px;
top: 12px;
width: 0;
height: 0;
border-left: 0;
border-bottom: 5px solid transparent;
border-top: 5px solid transparent;
border-right: 8px solid #444;
}
#menu ul li:first-child a:hover:after
{
border-bottom-color: #04acec;
}
#menu ul ul li:first-child a:hover:after
{
border-right-color: #04acec;
border-bottom-color: transparent;
}

#menu ul li:last-child > a
{
-moz-border-radius: 0 0 5px 5px;
border-radius: 0 0 5px 5px;
}
/* Clear floated elements */
#menu:after
{
visibility: hidden;
display: block;
font-size: 0;
content: " ";
clear: both;
height: 0;
}
* html #menu { zoom: 1; } /* IE6 */
*:first-child+html #menu { zoom: 1; } /* IE7 */
</style>
<ul id="menu">
<li><a href='/'>Home</a></li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='nofollow' target='_blank'>Drop menu</a>
<ul>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 1</a></li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 2</a></li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 3</a></li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 4</a></li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 5</a></li>
</ul>
</li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='nofollow' target='_blank'>Drop menu 2</a>
<ul>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 1</a></li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 2</a></li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 3</a>
<ul>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 3.1</a></li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 3.2</a></li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 3.3</a></li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 3.4</a></li>
</ul>
</li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 4</a></li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 5</a></li>
</ul>
</li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='nofollow' target='_blank'>Drop menu 3</a>
<ul>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 1</a></li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 2</a></li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 3</a></li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 4</a></li>
<li><a href='http://thazbhy.blogspot.com/' rel='dofollow' target='_blank'>Menu 5</a></li>
</ul></li></ul>
     5. kemudian simpan dan pindahkan posisinya di bagian bawah header dan klik simpan
Demikanlah  Cara Membuat Menu Drop Down Blog Tanpa Mengedit Html semoga bermanffat buat anda, bila ada yang tidak di mengerti silahkan komentar ata walaupun sudah di mengerti komentar juga ya sekalian follow dan like hehehehe

NB: Link http:/thazbhy.blogspot.com/ ganti dengan link anda dan biarkan satu link saja buat blog Buka Ilmu Tazbhy hehehe itupun kalau bisa
rujukan baca juga artikel Cara Membuat Label Atau Categori Artikel Di Blog

    Label: ,

    Cara Membuat Sroll Label Atau Categori Blogspot Terbaru

    Cara Membuat Sroll Label Atau Categori Blogspot - Halo selamat pagi semua kita lanjut lagi tentang Cara Membuat Sroll Label Atau Categori Blogspot, sebelumnya saya sudah bahas tentang Cara Membuat Label Atau Categori Artikel Di Blog.
    Jadi kalau misalnya label sudah banyak dan memanjang kebawah banyak membutuhkan tempat maka dari itu kita gunakan scrol untuk mengurangi tempat yang dibutuhkan. Baiklah saya langsung saja pada pembahasan

    Adapun Cara Membuat Sroll Label Atau Categori Blogspot sebagai berikut, simak ya gan hehehe
    1. Login ke blog anda dan masuk ke dasbor
    2. Klik Temlate trus klik Edit Html
    3. Kemudian cari kode dibawah ini ]]></b:skin> gunakan CTRL + F untul mempercepat pencarian
    4. Selanjutnya copy kode dibawah ini dan paste tepat di atas atau sebelum kode ]]></b:skin> 
     #Label1 .widget-content{
        height:200px;
        width:auto;
        overflow:auto;
        }
         5. Save Template

    Untuk mengatur tinggi Scroll label/kategori silahkan ganti yang berwarna biru. 
    Demikian lah artikel ini semoga bermanfaat bila ada yang tidak di mengerti berikan komentarnya. baca juga artikel Cara Membuat Menu Drop Down Blog Tanpa Mengedit Html

    Label: ,

    Minggu, 29 April 2018

    18 Tips dan Trik Melupakan Orang Yang Kita Cintai

    Melupakan orang yang kita cintai kayanya ga mungkin yah...Apalagi kalo kita jatuh cinta ma seseorang yang ga akan bisa kita milikin dan kita yakin kalo hubungan kita ga akan berhasil di masa depan. Mungkin inilah tugas tersulit dalam hidup kita, apalagi jika kita yakin bahwa dialah soulmate kita. Gw ga bilang bahwa ini akan mudah / sakit hati bakal ilang dengan cepat, tapi semoga dengan baca tulisan ini akan membuat sedikit perubahan hingga akhirnya bisa lupain mantan...

    Mencari cara untuk ngelupain orang yang lo cintai, mungkin akan jadi salah satu tugas tersulit yang harus kita lakuin dalam hidup. Sakitnya karena kehilangan bisa begitu besar hingga kelihatannya mustahil. Apalagi Jika kita sudah bersama dengan seseorang untuk waktu yang lama, ketika dia hilang, seolah2 sebagian hati kita hilang bersama dia. Tapi ketika kita udah bisa nemuin cara melupakan dia, rasa sakit di hati itu akan berkurang dan kita bisa menjadi diri sendiri lagi...

    Kalo ada temen yang coba nasehatin kita dengan kata2 "Time heals all wounds", mungkin rasanya kita mau nabok mereka. Tapi sesungguhnya kata2 mereka tuh bener. Tapi ada cara2 yg bisa bikin kita lebih cepat lakuinnya...

    Tips n trik :
    1. Buang semua foto dia. Lo ga perlu pemandangan hari2 bahagia lo sama dia, ada disetiap sudut pandangan lo. Simpen semua barang2 ttg dia dan enyahkan dari pandangan lo. (Ini termasuk ngeremove dr FB/FS ato semuanya yg berhubungan dgn dia yah...Minimal ampe hati lo siap buat move on... )

    2. Jauhin tempat2 lo biasa pergi ma dia. Hindari pergi2 ke situ lagi.

    3. Kumpul ma temen2 n keluarga, n habisin waktu kita ma mereka. Semoga mereka bisa membuat pikiran kt teralihkan dari dia.

    4. Tanya ma diri lo sendiri, ."KIRA2 APA YANG ADA DI HATINYA ?" keberhasilan suatu hubungan membutuhkan usaha 2 PIHAK. Kalo rasa cinta dia ga sebesar rasa cinta lo, mending simpen aja dh rasa cinta lo buat seseorang yg memiliki perasaan yg sama kepada lo nanti. Kemudian Tanya lagi ma diri lo sendiri "APA DIA LAYAK DIPERJUANGIN ?" sedangkan perlakuan dia ke elo bener2 ga layak. Kalo lo bener2 cinta dia n rela berkorban utk itu, "APA DIA LAKUIN HAL YG SAMA KE ELO?" pertanyaan2 ky gini akan membuat kita buka mata kita tentang kualitas cinta dia kepada kita. So START ASKING YOURSELF.

    5. Cintai diri lo sendiri. Lo adalah seseorang yg istimewa dan lo HARUS bahagia. Jika dia ga berpikiran gt n malah bikin lo sedih, berarti dia Ga penting buat lo.

    6. Lakukan kegiatan2 buat diri lo sendiri. Beresin kerjaan, pelajaran, hang out ma temen n keluarga. Jangan beri kesempatan utk dia berbaik2 ma lo, krn itu akan bikin ilusi di pikiran kt sendiri.

    7. Yakinkan ma diri lo, sebesar apapun lo cinta ma dia, tapi dia GA cinta lo. "SHE/HE IS JUST NOT THAT INTO YOU". Ketika lo STOP mengejar2 org yg ga cinta ma lo, maka lo akan membuka pintu bagi org lain yang tulus mencintai lo.

    8. Inget istilah : KALO JODOH GA KEMANA. So kalo lo ma dia berjodoh, pada akhirnya kalian mang akan bersama, krn itulah takdir dari Tuhan YME. Jadi ga usah ngoyo2 sedih2 kehilangan dia, Ikhlas itulah kuncinya. Yakin bahwa ada kekuatan yg lebih besar yg telah mengatur hidup lo.


    9. HADAPI kenyataan. Berhentilah berharap n bermimpi. Yang memberikan cinta adalah Tuhan, so berdoalah kepada Dia utk mengambil cinta itu kembali. JANGAN nipu diri lo sendiri dgn mengatakan "Suatu saat dia akan berubah". Yang namanya cinta sejati, akan menerima lo apa adanya, biar seburuk apapun dia dan bahkan saat dia ga cinta ma lo.

    10. Jangan kontak2 dia krn itu akan bikin lo kecanduan. Mungkin lo pikir, 1/2 sms gpp, tapi pas lo baca balesan dari dia, sakit hati akan muncul lagi dan akan memperburuk keadaan lo.

    11. Akan ada saat2 dimana lo akan ngerasa sangat lemah n bener2 butuhin dia. Terus lo akan coba hubungin dia lagi, padahal akhirnya dia akan cuma bikin lo sakit lagi. Kalo lo lagi ngalamin ini, mending lo tulis semua perasaan sedih dan pikiran lo (bisa curhat lewat kaskus jg kan, dgn ID kloning ?). Walopun perasaan lo jadi campur aduk, tapi minimal bikin lo jadi ga mau hubungin dia lagi. Lo harus kuat lewatin masa2 ky gini, inget kalo hari esok akan lebih baik buat lo. (ctt : Kalo bs sih abis itu lo bakar semua catatan curhatan lo / delete ID lo )

    12. Kalo lo berpikir "Ga ada harapan buat hubungan ini", buat apa lo nyiksa diri sendiri ? MOVE ON. Temuin banyak orang, lanjutin hidup. Lo mesti "Siap" saat "The right one" dateng. Mungkin lo berpikir bahwa ga ada yang lebih baik dari dia, tp itu pikiran yg SALAH. Diri kita aja yg ga siap utk bertemu org yg lebih baik krn kita masih sibuk mikirin mantan. Jadi berhenti utk berada di sekitar mantan kita, jika mungkin. Kalo ga bisa, coba lo bayangin saat kita akan nemuin "Mr/Ms Right" nanti, seseorang yg PASTINYA akan mencintai lo seperti lo mencintai dia. Lo layak dapetin seseorang ky gitu.

    13. Tetep sibuk. Kita bs liburan, baca buku, nonton film, jalan ma temen/keluarga, belajar, kuliah/les, ato kegiatan lainnya. STOP menyalahkan diri sendiri dgn pertanyaan "Kenapa gw ga cantik bgt ? knp gw ga pinter ? Kenapa gw ga sexy? ato hal lainnya ttg sebab hubungan lo gagal. Kalo lo memang pernah membuat kesalahan, maka belajarlah dari kesalahan itu n jangan ulangin lagi. LIFE MUST GO ON. Kita akan ketemu Mr/Ms Right nanti, n jangan biarin dia ketemu lo dalam keadaan menyedihkan krn putus cinta. Lo mau seseorang yg mencintai lo n yg membutuhkan lo, persis seperti lo mencintai dia.

    14. Ga usah memaksakan diri utk melupakan / get over seseorang yg kita cintai. Lepasin kesedihan lo n terima semua. Ijinin diri lo utk ngerasa sedih, nangis, curhat, dengerin lagu mellow, dll. Lama2 pasti lo cape sendiri ma kesedihan lo n siap utk move on. Lakuin semuanya TANPA ada kontak dgn dia karena ORg yg TETAP berhubungan ma lo, pdhl dia ga cinta ma lo sama sekali n dia tahu perasaan lo ky apa ke dia, adalah org yg EGOIS. Lo ga bisa memaksa hati lo utk lupain rasa cinta lo, dan kalo lo lakuin cuma akan memperburuk keadaan dan akhirnya malah nipu diri sendiri. Lo manusia yg punya rasa cinta buat dia, TAPI LO HARUS LEBIH MENCINTAI DIRI SENDIRI. Lo mau kan suatu saat ketemu org yg bisa bikin lo bahagia seutuhnya ? Jadi jangan menyerah utk meraih kesempatan itu. Go Out n terus jadi diri lo sendiri. Tetep jadi diri lo yg ceria n menyenangkan. Suatu hari akan ada yg ngeliat diri lo, n akan mencintai lo seutuhnya.

    15. Terima diri lo apa adanya, n cintailah diri lo. Maafin diri lo atas semua keputusan yg lo udah ambil, walaupun berakhir menyakitkan. Tunjukkan semua yg terbaik dari diri lo. Jangan buang2 waktu ma org yg bahkan ga bisa nerima diri lo apa adanya. Hidup cuma sekali, terus kenapa lo sia2in ma org yg bahkan ga bisa melihat indahnya cinta lo. Be Happy, cintai diri lo, maafin diri lo. Mungkin ini ga akan mudah, tp pada akhirnya lo akan nemuin org yg bener2 tepat buat lo.

    16. Ambil cuti sehari, isi dengan menangis n berdoa ma Tuhan. Luapkan semua kesedihan lo ma Dia. Kekuatan n keberanian akan timbul dari sakitnya hati. Hidup adalah kesempatan. Berdoalah, bukan hanya demi diri lo sendiri, tp juga untuk dia. Jangan pernah pengalaman pahit mengubah lo jadi org lain. Ketika saatnya datang, lo akan siap utk kembali mencintai seseorang. Ga usah ngoyo mencari cinta, krn cinta yg akan nemuin lo. Lo ga akan pernah tahu rencana Tuhan ttg jodoh. Jangan pernah sangsi akan Rahmat n kasihNya. Semoga lo akan kembali mendapatkan kekuatan setelahnya.

    17. Intinya, FOKUS MA DIRI LO. Lo ga akan pernah bisa berhenti mencintai dia tapi mulailah Belajar Hidup tanpa dia. Kalo lo bener2 tulus cinta dia, lo pasti mau dia Bahagia walaupun bukan bersama lo. Bebasin diri lo dari pikiran2 khawatir. Hidup itu mudah, banyak memberi dan jgn mengharap banyak.

    18. AMBIL HIKMAHNYA (Ini murni dr ane sendiri). Saat kita mendapat pengalaman buruk dlm suatu hubungan, yakinlah bahwa ini akan menjadi bekal buat hidup kita ke depannya dalam menyikapi perasaan cinta. Lo ke depannya akan lebih ikhlas n legowo dalam menjalani hubungan. Selain itu, lo akan lebih menghargai seseorang yg benar2 tulus mencintai lo apa adanya nanti, saat lo ketemu dengan mr/ms right.

    Bagaimana menurut anda berikan komentarnya

    Label: ,

    Apa itu Google Adsense? Dan Keuntungan Gabung di Google Adsense

    Apa itu Google Adsense? Dan Keuntungan Gabung di Google Adsense - Halo selamat malam semua, bagaimana kabarnya, semoga baik-baik saja. hmm kali ini kita akan bahas tentang google adsense dan keuntungan gabung di google adsense. Blogger-blogger senior mungkin sudah akrab dengan adsense, tapi bagi blogger pemula banyak yang kurang paham.

    AdSense adalah program kerjasama periklanan melalui media Internet yang diselenggarakan oleh Google. Melalui program periklanan AdSense, pemilik situs web atau blog yang telah mendaftar dan disetujui keanggotaannya diperbolehkan memasang unit iklan yang bentuk dan materinya telah ditentukan oleh Google di halaman web mereka. Pemilik situs web atau blog akan mendapatkan pemasukan berupa pembagian keuntungan dari Google untuk setiap iklan yang diklik oleh pengunjung situs, yang dikenal sebagai sistem pay per click (ppc) atau bayar per klik.

    Selain menyediakan iklan-iklan dengan sistem bayar per klik, Google AdSense juga menyediakan AdSense untuk pencarian (AdSense for Search) dan iklan arahan (Referral). Pada AdSense untuk pencarian, pemilik situs web dapat memasang kotak pencarian Google di halaman web mereka. Pemilik situs akan mendapatkan pemasukan dari Google untuk setiap pencarian yang dilakukan pengunjung melalui kotak pencarian tersebut, yang berlanjut dengan klik pada iklan yang disertakan pada hasil pencarian. Pada iklan arahan, pemilik situs akan menerima pemasukan setelah klik pada iklan berlanjut dengan tindakan tertentu oleh pengunjung yang telah disepakati antara Google dengan pemasang iklan tersebut. Baca juga artikel ini 6 Website Membantu Mendapatkan Akun Google Adsense Terbaru

    Potensi keuntungan mengikuti program AdSense membuat banyak pemilik situs web mengembangkan berbagai metode untuk meningkatkan jumlah klik pada iklan yang mereka tayangkan. Sebagian metode terbukti ilegal dan melawan kebijakan resmi program AdSense. Metode yang lain diperbolehkan, bahkan didorong penggunaannya oleh Google. Beberapa metode yang dianggap sah adalah:
    • Memodifikasi warna unit iklan menggunakan palet warna yang disediakan AdSense
    • Meletakkan unit iklan pada posisi tertentu pada halaman web yang dianggap memiliki tingkat keterbacaan tinggi
    • Menghilangkan garis tepi unit iklan dan menyamakan warna latarnya dengan warna latar halaman web sehingga unit iklan terlihat membaur dengan isi halaman
    Demikianlah artikel  Apa itu Google Adsense? Dan Keuntungan Gabung di Google Adsense semoga bermanfaat. Baca juga artikel ini Awal Yang Baik Join Di Google Adsense

    Label: ,

    Sabtu, 28 April 2018

    Transfer Belajar

    BAB I
    PENDAHULUAN 
    A. Latar Belakang
    Transfer belajar terjadi apabila seseorang dapat menerapkan sebagian atau semua kecakapan-kecakapan yang telah dipelajari ke dalam situasi lain yang tertentu. Beberapa contoh sebagai penjelasan seseorang yang telah dapat menguasai bahasa belanda umpamanya, ia akan lebih mudah dan cepat mempelajari bahasa jerman. Kecakapan dan pengetahuan tentang gramatika dan idiom serta susunan kata-kata dalam bahasa belanda memudahkan orang itu untuk mempelajari bahasa jerman.
    Demikianlah kita dapat mengatakan transfer belajar, apabila yang telah kita pelajari dapat dipergunakan untuk mempelajari yang lain. Biasanya transfer ini terjadi karena adanya persamaan sifat antara yang lama dengan yang baru, meskipun tidak benar-benar sama.
    Selain transfer belajar dalam pendidikan juga diperlukan motivasi belajar. Guru-guru sangat menyadari pentingnya motivasi di dalam membimbing belajar murid. Berbagai macam teknik misalnya, kenaikan tingkat, penghargaan, peranan-peranan kehormatan, piagam-piagam prestasi, pujian dan celaan telah dippergunakan untuk mendorong murid-murid agar mau belajar. Ada kalanya, guru-guru mempergunakan teknik-teknik tersebut secara tidak tepat.



    BAB II

    PEMBAHASAN

    A.  PengeraianTransfer Belajar

       Menurut L. D. CR-row and A. Crow:
    “ The carry-over of thingking, feeling, or working, of knowledge of skills, from one learning area to another usually is referred to as the transfer of training.”
    (Pemindahan-pemindahan kebiasaan berpikir, perasaan atau pekerjaan, ilmu pengetahuan atau keterampilan, dari suatu keadaan belajar ke keadaan belajar yang lain biasanya disebut transfer latihan/belajar).
    Pemindahan hasil belajar itu sebenarnya bisa terjadi dari mata pelajaran satu ke mata pelajaran yang lain atau kehidupan nyata di luar sekolah.
    Menurut Theory of identical element yang dikembangkan oleh E. L., Thorndike transfer positif biasanya terjadi bila ada kesamaan elemen antara materi yang lama dengan materi yang baru. Contoh: seorang siswa yang telah menguasai matematika akan mudah mempelajari statistika. Contoh lain yang lebih gambling ialah kepandaian mengendarai sepeda membuat orang mudah mempelajari sepeda motor
    B.   Macam macam transfer belajar
    1.    Transfer Positif
               Transfer positif adalah transfer yang berefek baik terhadap kegiatan belajar selanjutnya. Transfer positif dapat terjadi dalam diri seseorang siswa apabila guru membantu untuk belajar dalam situasi tertentu yang mempermudah siswa tersebut belajar dalam situasi-situasi lainnya. Dalam hal ini, transfer positif menurut Barlow (1985) adalah learning in one situation helpful in other situations, yakni belajar dalam suatu situasi yang dapat membantu belajar dalam situasi-situasi lain.
               Transfer positif jika hasil belajar dalam satu mata pelajaran tertentu membantu terhadap mata pelajaransituasi yang lain.
    2.    Transfer Negatif
               Transfer negative adalah transfer yang berefek buruk terhadap kegiatan belajar selanjutnya. Transfer negative dapat dialami seorang siswa apabila ia belajar dalam situasi tertentu yang memilki pengaruh merusak terhadap keterampilan atau pengetahuan yang dipelajari dalam situasi-situasi lainnya. Pengertian ini diambil dari Educational Paycology: The Teaching-Learning Process oleh Daniel Lenox Barlow (1985) yang menyatakan bahwa transfer negative itu berarti, Learning in one situation has a damaging effect in other situations.
               Dengan demikian, pengaruh keterampilan atau pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa sendiri tak ada hubungannya dengan kesulitan keterampilan lainnya. Jadi, kesulitan belajar mengetik sepuluh jari seperti yang dicontohkan di atas belum tentu disebabkan oleh kebiasaan mengetik dua jari yang sebelumnya sudah dikuasai. Menghadapi kemungkinan terjadi transfer negative itu, yang penting bagi guru ialah menyadari dan sekaligus menghindarkan para siswanya dari situasi-situasi belajar tertentu yang diduga keras akan berpengaruh negative terhadap kegiatan belajar para siswa tersebut pada masa yang akan datang.
               Apabila hasil belajar dalam suatu bidang studi mengganggu, memperlambat atau mempersulit bidang studi lain itu dikatakan transfer negatif.
    3.    Transfer Vertikal
              Transfer Vertikal adalah transfer yang berefek baik terhadap kegiatan belajar pengetahuan atau keterampilan yang lebih tinggi. Transfer vertical (tegak lurus) dapat terjadi dalam diri seorang siswa apabila pelajaran yang telah dipelajari dalam situasi tertentu membantu siswa tersebut dalam menguasai pengetahuan atau keterampilan yang lebih tinggi atau rumit. Misalnya, seorang siswa SD yang telah menguasai prinsip penjumlahan dan pengurangan pada waktu menduduki kelas 2 akan mudah mempelajari perkalian pada waktu dia menduduki kelas 3. Sehubungan dengan hal ini, penguasaan materi pelajaran kelas 2 merupakan prerequisite (prasarat) untuk mempelajari materi pelajaran kelas 3..
               Agar memperoleh transfer vertical guru sangat dianjurkan untuk menjelaskan kepada para siswa secara eksplisit mengenai faidah materi yang sedang diajarkannya bagi kegiatan belajar materi lainnya yang lebih kompleks. Upaya ini penting sebab kalau siswa tidak memiliki alasan yang benar mengapa ia harus mempelajari materi yang sedang diajarkan oleh gurunya itu (antara lain untuk transfer vertical), mungkin ia tak akan mampu memanfaatkan materi tadi untuk mempelajari materi lainnya yang lebih rumit. Padahal, learning in one situatin allows mastery of more complex skills in othersituations(Barlow, 1985) yang berarti bahwa belajar dalam suatu situasi memungkinkan siswa menguasai keterampilan-keterampilan yang lebih rumit dalam situasi yang lain.
    4.    Transfer Lateral
              Transfer lateral adalah transfer yang berefek baik terhadap kegiatan belajar pengetahuan atau keterampilan yang sederajat. Transfer lateral dapat terjadi dalam diri seoarang siswa apabila ia mampu menggunakan materi yang telah dipelajarinya untuk mempelajari materi yang sama kerumitannnya dalam situasi-situasi yang lain. Dalam hal ini, perubahan waktu dan tempat tidak mengurangi mutu hasil belajar siswa tersebut.
              Contoh: seorang lulusan STM yang telah menguasai teknologi “X” dari sekolahnya dapat menjalankan mesin tersebut di tempat kerjanya. Di samping itu, ia juga mampu mengikuti pelatihan menggunakan teknologi mesin-mesin yang lainnya yang mengandung elemen dan kerumitan yang kurang lebih sama dengan mesin “X” tadi. Alhasil, transfer lateral itu dapat dikatakan sebagai gejala wajar yang memang sangat diharapkan baik oleh pihak pengajar maupun pihak pelajar. Namun, idealnya hasil belajar siswa tidak hanya dapat digunakan dalam konteks kehidupan yang sama rumitnya dengan belajar, tetapi juga dapat digunakan dalam konteks kehidupan yang lebih kompleks dan penuh persaingan.
    C.   Terjadinya Transfer Positif dalam Belajar
                Transfer positif, seperti yang telah diuraikan di muka, akan mudah terjadi pada diri seorang siswa apabila situasi belajarnya dibuat sama atau mirip dengan situasi sehari-hari yang akan ditempati siswa tersebut kelak dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah ia pelajari di sekolah. Transfer positif dalam pengertian seperti inilah sebenarnya yang perlu diperhatikan guru, mengingat tujuan pendidikan secara umum adalah terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas. Kualitas inilah yang dapat didapat dari lingkungan pendidikan untuk digunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
                Sementara itu, menurut teori yang dikembangkan Thorndike, seperti yang telah penyusun singgung di muka, transfer positif hanya akan terjadi apabila dua materi pelajaran memiliki kesamaan unsure. Teori kesamaan unsure ini telah memberi pengaruh besar terhadap pola pengembangan kurikulum di Amerika serikat beberapa puluh tahun yang lalu (cross, 1974).
    Hal-hal lain seperti kesamaan situasi dan benda-benda yang digunakan untuk belajar sebagaimana tersebut dalam teori Gagne, tidak dianggap berpengaruh. Untuk memperkuat asumsinya, Thordike memberi contoh, jika anda telah memecahkan masalah geometri (ilmu ukur) yang mengandung sejumlah huruf tertentu sebagai petunjuk, maka… you would not be able to transfer a geometry problem with a different set of letter (Anderson, 1990), anda tak akan dapat mentransfer kemammpuan memecahkan masalah geometri itu untuk memecahkan masalah geometri lainnya yang menggunakan huruf yang berbeda.
    Transfer positif hanya akan terjadi pada diri seorang siswa apabila dua wilayah pengetahuanatau keterampilan yang dipelajari siswa tersebut menggunakan dua fakta dan pola yang sama, dan membuahkan hasil yang sama pula. Dengan kata lain, dua domain pengetahuan tersebut merupakan sebuah pengetahuan yang sama. Contohnya seorang siswa yang pandai dalam seni baca Al-Qur’an (qori) sangat mungkin dia mudah belajar tarik suara (menyanyi), karena dalam dua wilayah ketrampilan itu terdapat kesamaan struktur logika, yakni logika seni. Demikian pula halnya dengan siswa yang mudah menguasai bahasa dan sastra Indonesia, ia mungkin akan mudah menjadi pengarang.
    D.   Teori-teori Transfer Belajar
                Secara umum para ahli berpendapat bahwa transfer dalam belajar itu bisa terjadi, akan tetapi, apa sebenarnya hakekat transfer itu dan bagaimana dalam belajar, mereka berbeda pendirian.
                Pendapat mereka secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga, sebagai berikut:
    1.    Teori Disiplin formal atau Ilmu Jiwa Daya
              Bertititk tolak dari anggapan bahwa jiwa manusia terdiri dari berbagai daya, daya mengingat, daya pikir dan lain-lain, maka mereka beranggapan bahwa transfer hanya bisa terjadi bila daya-daya tersebut dapat diperkuat dan disiplinkan dengan latihan-latihan yang keras dan terus menerus. Setelah daya-daya itu terlatih maka akan mudah terjadi transfer secara otomatis ke bidang-bidang lain.
              Misalkan seorang anak yang semenjak kecil melatih diri cara-cara melempar dengan tepat. Mula-mula ia berlatih melempar-lempar dengan batu, kemudian di sekolah ia sering bermain kasti, sehingga terlatih pula melempar dengan bola. Menurut teori daya, anak yang telah terlatih daya melemparnya dengan baik, nantinya jika ia telah dewasa dan menjadi tentara, dapat menjadi pelempar granat yang baik. Contoh lain murid-murid dilatih belajar sejarah. Dengan mempelajarai pelajaran sejarah tidak boleh tidak daya ingatannya sering dipergunakan untuk mengingat-ingat bermacam-macam peristiwa, dan sebagainya. Ingatan anak itu makin terlatih dan makin baik terhadap pelajaran itu. Maka menurut pendapat teori daya, daya ingatan yang telah terlatih baik bagi pelajaran itu dapat digunakan pula (ditransferkan) kepada pekerjaan lain.
    2.    Teori Elemen Identik atau Ilmu JIwa Asosiasi
           William James dan Erward Thorndike tidak sependapat dengan pandangan sekelompk ahli jiwa daya, kedua tokoh ini lalu mengkritik antara lain sebagai berikut:
    a.    Daya ingat tidak dapat diperkuat melalui latihan.
    b.    Pelajaran bahasa latin misalnya tidak akan menaikkan IQ.
    c.    Ilmu-ilmu dalam bidang tertentu (bila ditunjuk dengan istilah Ilmu Jiwa Daya mereka telah terlatih) ternyata lemah dan tidak mampu mengamati dalam bidang-bidang lain, ini berarti transfer secara otomatis tidak terjadi.
                       Kemudian kelompok asosiasi ini berpendapat bahwa transfer hanya akan terjadai bila dalam situasai yang baru terdapat unsur-unsur yang sama (identical elements) dengan situasi terdahulu yang telah dipelajari, misalnya individu yang telah lihai naik sepeda motor Honda, ia tidak akan mengalami kesulitan bila mengendarai sepeda motor merk Suzuki, karena sepeda motor ini mempunyai banyak unsure yang sama. Maka bila sekolah menghendaki terjadinya trarnsfer, bahan-bahan pelajaran harus dan mempunyai unsure-unsur kesamaan dengan kehidupan masyarakat.
    3.    Teori Generalisasi
           Peletak pandangan ini adalah Charles Judd, ia beranggapan bahwa transfer bisa terjadi bila situasi baru dan situasi lama yang telah dipelajari mempunyai kesamaan prinsip, pola atau struktur, tidak kesamaan unsure-unsur. Seseorang memahami prinsip demokrasi akan mampu mengamalkan dalam situasi yang berbeda, demikian pula prinsip ekonomi, hokum, pendidikan dan lain-lain.
           Ketiga teori tersebut sampai sekarang masih menunjukkan kebenaran, kemampuan berpikir logis, sistematis, ternyata cukup membantu di bidang-bidang lain (Ilmu Jiwa Daya). Unsure-unsur yang sama atau pola-pola yang mirip bila dipahami betul orang pun tertolong dalam menghadapi situasi yang sama sekali baru (elemen identik dan generalisasi).
    E.   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Transfer
    1.    Intelegensi
           Individu yang lancer dan pandai biasanya segera mampu menganalisa dan melihat hubungan-hubungan logis, ia segera melihat unsure-unsur yang sama serta pola dasar atau kaidah hukum, sehingga sangat mudah terjadi transfer.


    2.    Sikap
             Meskipun orang mengerti dan memahami sesuatu serta hubungannya dengan yang lain, tetapi pendirian atau kecenderungannya menolak atau sikap negatif, maka transfer tidak akan terjadi, demikian sebaliknya
    3.    Materi Pelajaran
    4.    Biasanya mata pelajaran yang mempunyai daerah berdekatan misalnya matematika dengan statistic, Ilmu Jiwa Sosial dengan Sosiologi, lebih mudah terjadi transfer.
    5.    Sistem Penyampaian Guru
           Pendidikan yang senantiasa menunjukkan hubungan antara pelajaran yang sedang dipelajari dengan mata pelajaran lain atau dengan menunjuk ke keehidupan nyata yang dialami anak, biasanya lebih membantu terjadinya transfer.


    BAB III
    PENUTUP

    A.  Kesimpulan
    Transfer belajar adalah sebuah frase yang terdiri dari kata, yaitu transfer dan belajar. Transfer adalah kata pungut dari bahasa inggris, yaitu pemindahan. Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa-raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotor.
    Pendidikan yang senantiasa menunjukkan hubungan antara pelajaran yang sedang dipelajari dengan mata pelajaran lain atau dengan menunjuk ke keehidupan nyata yang dialami anak, biasanya lebih membantu terjadinya transfer

    DAFTAR PUSTAKA

    Anonim. 2012. Transfer Belajar. http://tikusijo.blogspot.com /2012/10/transfer-belajar.html. Diakses pada tanggal 11 april 2013

    Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

    Mahmud. 2013. Makalah Transfer Belajar. http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/02/transfer-belajar-pengertian -macam-macam_20.html. Diakses pada tanggal 11 april 2013

    Muhibbin ,Syah. 2010. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

    Pujilestari, Sri Suko. 2011. Transfer Belajar. http://srisukopujilestari. blogspot.com/2011/07/transfer-belajar.html. Diakses pada tanggal 11 april 2013

    Rosian, Rifky. 2011. Transfer dalam Belajar. http://www.docstoc.com /docs/71162344/TRANSFER-DALAM-BELAJAR. Diakses pada tanggal 11 april 2013
    makalah07.blogspot.com/2012/05/transfer-dan-motivasi-belajar.html, Diakses pada tanggal 11 april 2013

    http://opinisaya.net/transfer-dalam-belajar.xhtml. Diakses pada tanggal 11 april 2013

    Label: ,

    Pengembangan Kurikulum KTSP

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A.   Latar Belakang
    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2003 tentang otonomi daerah,termasuk didalamnya tentang penyelenggaraan pendidikan.Salah satu bentuk otonomi daerah dalam dunia pendidikan saat ini adalah adanya perubahan pengelolaan pendidikan dari sentralistik menjdi desentralistik,setiap daerah mempunyai peluang dan wewenang untuk menentukan kebijakan dalam penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah.
    Implikasi dan realisasinya dari kebijakan desentralisasi itu diantaranya berkaitan dengan kurikulum sebagai komponen yang sangat penting dalam pendidikan.Desentralisasi kurikulum,terutama dalam kaitannya dengan pengembangan silabus dan RPP yang didukung oleh managemen berbasis sekolah,yang memungkinkan setiap sekolah untuk merancang dan mengembangkan pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa,keadaan sekolah,dan kondisi daerah masing-masing.
    Hasil pengembangan kurikulum yang didesentralisasikan adalah kurikulum yang dijadikan sebagia pedoman pelaksana pendidikan tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.Kurikulum yang dikembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan dan dilaksanakan di tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan (KTSP).
    Penerapan KTSP diharapkan menjadikan penyelenggaraan pendidikan disetiap satuan pendidikan lebih mengenal dan memahami kurikulum,mengembangkannya secara kreatif serta melaksanakannya di sekolah dengan tanggung jawab sepenuhnya.
     
    BAB II
    PEMBAHASAN

    A.   Konsep Dasar KTSP
    Kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh setiap satuan pendidikan khususnya oleh guru dan kepala sekolah yang melaksanakan pendidikan. Oleh sebab itu sekolah sebagai pihak yang melaksanakan kurikulum harus dilibatkan secara langsung dalam pengembangan kurikulum.
    Keterlibatan pihak penyelenggara pendidikan di tingkat satuan pendidikan dalam proses pengembangan kurikulum sangat diperlukan . Keterlibatan secara langsung akan memudahkan dalam memahami dan melaksanakan kurikulum begitu juga sebaliknya.
    Permasalahan itu banyak dialami oleh guru ketika kurikulum yang berlaku disusun secara sentralistik oleh pemerintah pusat. Ketika berhadapan dengan kurikulum baru, mereka juga tidak punya keberanian untuk menerapkan sendiri tanpa juklas – juklis yang ada.
    Kekurangpahaman guru dan penyelenggara pendidikan terhadap kurikulum dapat berakibat fatal terhadap proses dan hasil pendidikan. Oleh karena itu sejak tahun 2001 dilakukan penyempurnaan kurikulum 1994 dan dilaksanakan uji coba penerapan kurikulum tersebut pada beberapa sekolah oleh pusat Kurikulum Balitbang dan direktorat Jenderal Dikdasmen. Sesuai PP nomor 19 tahun 2005 , Penyempurnaan kurikulum selanjutnya dilakukan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Penyempurnaan dilakukan berdasarkan hasil kajian pakar pendidikan yang tergabung dalam BSNP dan juga masukan dari masyarakat yang terfokus pada dua hal, yaitu (1) pengurangan beban belajar kurang lebih 10 % dan (2) penyederhanaan kerangka dasar dan struktur kurikulum. Penyempurnaan tersebut mencakup sinkronisasi kompetensi untuk setiap mata pelajaran antar jenjang pendidikan, beban belajar, jumlah mata pelajaran, serta validasi empirik terhadap standar kompetensi dan kompetensi dasar ( Mulyasa, 2006 :10).
    Setelah melalui proses penyempurnaandan uji publik untuk validasi standar kompetensi dan kompetensi dasar , BSNP mengusulkan standar isi dan standar kompetensi lulusan kepada mendiknas. Selanjutnya BSNP mengembangkan panduan penyusunan KTSP yang didalamnya terdapat model – model kurikulum satuan pendidikan .
    Dalam Standar Nasional Pendidikan pasal 1, ayat 15 dikemukakan bahwa KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan . Kurikulum ini disususn dan dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan berdasarkan standar isi dan standar kompetensi lulusan. Standar isi dan standar  kompetensi lulusan merupakan pedoman pengembangan KTSP uuntuk mewujudkan pencapaian tujuan pendidikan nasional.
    Penyusunan KTSP pun hendaknya memperhatikan dan mengakomodasi karakteristik dan kondisi daerah serta kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, Pengembangan KTSP perlu melibatkan berbagai komponen. Dari hal tersebut diharapkan dapat memberikan masukan dan dukungan terhadap kurikulum yang dihsilkan KTSP disusun dan dikembangkan beradasarkan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional pasal 36 ayat 1), dan 2) sebagai berikut.
    1.    Pengembangan kurikulum mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkantujuan pendidikan nasional
    2.    Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pandidikan, potensi daerah, dan peserta didik.
    Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut:
    KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik daerah, serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik.
    Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, dibawah supervisi dinas pendidikan kebupaten/kota, dan depertemen agama yang bertanggungjawab dibidang pendidkan.
    Kurikulum tingkat satuan pendidikanm untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.

    B.   Tujuan KTSP
    KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. KTSP merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum, yang memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan, dan perubahan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar-mengajar di sekolah. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah memiliki keleluasaan dalam mengelola sumber daya, sember dana, sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat.
    KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakkan pada posisi yang peling dekat dengan pembelajaran, yakni sekolah satuan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar, di samping menunjukkan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntutan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas, efesiensi, dan pemarataan pendidikan.
    KTSP merupakan salah wujud revormasi pendidikan yang memebrikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntutan dan kebutuhan masing-masing. Otonomi dalam pengembagan kurikulum dan pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meingkatakan kinerja guru dan staf sekolah, menawarkan partisipasi langsung kolompok-kelompok terkait, dan meningkatakn pemahaman masyarakat terhadap, khususnya kurikulum. Pada system KTSP, sekolah memiliki “full autority and responsibility” dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi dan misi dan tujuan satuan pandidikan. Untuk mewujudkan visi dan misi, dan tujuan tersebut, sekolah dituntut untuk mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam indicator kompetensi, mengembangkan strategi, menentukan prioriotas, mengendalikan pemberdayaan berbagai potensi sekolah dan lingkungan sekitar, serta memeprtanggungjawabkannya kepala masyarakat dan pemerintah.
    Dalam KTSP, pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta komite sekolah dan dewan pendidikan. Badan ini merupakan lembaga yang ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempbat, komisi pendidikan pada dewan peerwakilan rakyat daerah (DPRD), pejabat pendidikan daerah, kepala sekolah, tenaga pendidikan, perwakilan orang tua peserta didik, dan tokoh masyarakat. Lembaga inilah yang menetapkan segala kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan-ketentuan tentang yang berlaku. Selanjutnya komite sekolah perlu merumuskan dan memetapkan visi dan misi dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap program-program kegiatan operasional untuk mencapai tujuan sekolah.

    C.   Landasan Pengembangan KTSP
    Sekolah memang memiliki kewenangan untuk mengembangkan KTSP. Akan tetapi kewenangan sekolah tidaklah mutlak. Dalam pengembangan kurikulum, setiap sekolah harus mengacu kepada landasan yang sama secara nasional. Landasan pengembangan KTSP ada banyak hal antara lain :
    1.    Undang – undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional
    2.    Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan0
    3.    Peraturan menteri pendidikan nasional nomor 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan
    4.    Peraturan menteri pendidikan nasional nomor 24 tahun 2006 tentang Standar Pelaksanaan peraturan Menteri nomor 22 dan 23 tahun 2006.  

    D.   Komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

    1.   Visi dan Misi Satuan Pendidikan
    Menurut Morrisey ( dalam Mulyasa,2006:176 ).Visi adalah representasi apa yang diyakini sebagai bentuk organisasi masa depan dalam  pandangan pelanggan,karyawan,pemilik dan stakeholder lainnya.Visi sekolah harus mengacu pada kebijakan pendidikan nasional dengan tetap memperhatikan kesesuaiannya dengan kebutuhan siswa dan tujuan Pendidikan Nasional dapt dijadikan pedoman setiap sekolah sama dan serentak.Dan mengenai visi setiap sekolah pasti berbeda-beda dalam perumusan visi haruslah singkat tetapi mampu menggambarkan rancangan kedepan sesuai dengan cita-cita sekolah dengan landasan tujuan pendidikan nasional dan harus memperhatikan kondisi sekolah.
    ( Dirjen Dikdasmen,2004:21 ) Misi adalah bentuk layanan atau tugas untuk memenuhi tuntutan yang dituangkan dalam misi dengan berbagai indikatornya.
    Jadi keduanya saling berkaitan dan mendukung dengan tujuan pendidikan nasional sebagai tolok ukurnya demi pencapaian subuah cita-cita sekolah.

    2.   Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
    Tujuan adalah apa yang akan dicapai atau dihasilkan oleh suatu sekolah dan waktu pencapaiannya.Tujuan pendidikan dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan Menurut Permendiknas No 22 Tahun 2006 tentang standart isi tujuan umumnya adalah sebai berikut :
    1.  Pendidikan Dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian Aklhak mulia serta untuk keterampilan hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
    2.  Pendidikan Menengah adalah meningkatkan kecerdasan,pengetahuan, kepribadian,Aklhak mulia serta untuk keterampilan hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
    3.  Pendidikan Menengah Kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan,pengetahuan, kepribadian,Aklhak mulia serta untuk keterampilan hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruan.

    3.   Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
    Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran.Struktur KTSP memuat : mata pelajaran, muatan lokal, kegiatan pengembangan diri,  pengaturan beban, kenaikan kelas, penjurusan dan kelulusan pendidikan kecakapan hidup serta pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.( Mulyasa,2006:180 ).Sruktur dan muatan KTSP pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah yang tertuang dalam standart isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut :
    1.  Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
    2.  Kelompok mata pelajaran kwarganegaraan dan kepribadian.
    3.  Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan tehknologi.
    4.  Kelompok mata pelajaran estetika.
    5.  Kelompok mata pelajaran jasmani olahraga dan kesehatan.
    Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh selama 6 tahun dri kelas I sampai kelas IV sebagai berikut :
    1.  SD/MI memuat 8 mapel : mulok,dan pengembangan diri
    2.  Mapel IPA dan IPS pada SD/MI merupakan “IPA dan IPS terpadu”
    3.  Pembelajaran pada kelas rendah 1 sampai 3 menggunakan pembelajaran tematik,dan pada kelas tinggi ( 4-6 ) menggunakan pendekatan mata pelajaran.
    4.  Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
    5.  Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit.
    6.  Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) 34-38 minggu.

    a)     Muatan Lokal
    Merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler untuk mengembangkan potensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah,termasuk keunggulan daerah.Mulok merupakan mata pelajaran sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakannya.
    b)     Pengembangan Diri
    Bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan dan mengekspreseikan diri sesuai dengan kebutuhan,bakat dan minat siswa sesuai denga kondisi sekolah.Kegiatan ini difasilitasi oleh konselor,guru atau tenaga pembantu lainnya yang ahli dibidangnya.
    c)   Pengaturan Beban Belajar
    Jenjang pendidikan menyelenggarakan program pendidikan dengan menggunakan sistem paket atau kredit semester,keduanya dipilih berdasarkan jenjang dan kategori satuan pendidikan yang bersangkutan.SD sederajat menggunakan program pendidikan sistem paket,SMP sederajat menggunakan sistem kredit semester.Sistem paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang siswanya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur yang berlakau pada suatu satuan pendidikan.SD sederajat (35 menit),SMP sederajat (40 menit),SMA sederajat (45 menit).
    Sistem kredit semester adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang siswanyamenentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan (SKS) satu SKS meliputi satu jam pembelajaran tatap muka,satu jam penugasan terstruktur dan satu jam kegiatan mandiri tak terstruktur.
    d)   Ketuntasan Belajar
    Ketuntasan setiap indikator berkisar 0-100%,ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%,satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata siswa serta kemempuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.
    e)   Kenaikan Kelas dan Kelulusan
    Menurut PP 19/2005 Pasal 72 Ayat 1,siswa dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar menengah setelah :
    1.   Menempuh dan menyelesaikan seluruh program pendidikan.
    2.  Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran.
    3.  Lulus ujian sekolah
    4.  Lulus ujian Nasional.
    f )   Penjurusan
    Dilakukan pada kelas XI dan XII di SMA/MA.Kriteria penjurusan serta prasyarat standar nilai minimum penjurusan yang telah ditentukan oleh pihak instansi sekolah dan direktorat teknis terkait.
    g)   Pendidikan Kecakapan Hidup
    Untuk kurikulum SD sd SMA dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi,sosial,akademik,dan vokasional yang merupakan bagian dari integral dari pendidikan semua mata pelajaran.
    h)    Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
    Adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, tehknologi informasi dan komunikasi, ekologi dsb.Pendidikan ini dapat diperoleh siswa dari satuan pendidikanformal lain dan/non formalyang sudah terakreditasi.
    i )   Kalender Pendidikan
    Dilakukan setiap tahun ajaran satuan pendidikan dasar maupun menengah dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah,karakteristik sekolah,kebutuhan siswa,dan masyarakat dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana yang telah dimuat dalam Standar Isi.
    ·       Alokasi Waktu
    Dimulai pada saat permulaan tahuan ajaran pada setiap satuan pendidikan,waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk mulok ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembanagan diri.Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud.
    ·         Penetapan Kalender Pendidikan
    1.     Permulaan tahuan pelajaran
    2.     Hari libur sekolah
    3.     Pemerintah pusat /provinsi /kabupaten/kota dapat menentukan hari libur serentak untuk satuan-satuan pendidik.
    4.     Kalender pendidikan untuk satuan pendidikan disusun oleh masing-masing satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu.
    j )  Silabus
    Merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pokok/pembelajaran,kegiatan pembelajaran,dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian (BSNP,2006).
    k)  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
    Adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan managemen   pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan melalui silabus.Dan digunakn sebagai panduan guru dalam melaksanakan pembelajaran.

    C.   Pengembangan KTSP

    1.  Hakekat Pengembangan KTSP
    Pengembangan KTSP sudah didahului dengan pengembangan kurikulum yang lebih tinggi yaitu kurikulum tingkat nasional. Pada tingkat nasional, pengembangan kurikulum dilaksanakan dalam rangka mengembangkan Standar Nasional Pendidikan, yang mencakup Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. Hasil pengembangan kurikulum tingkat nasional ini dijadikan sebagai landasan dan acuan dalam mengembangkan KTSP.


    2.  Prinsip – prinsip pengembangan KTSP
    Dalam pengembangan KTSP terdapat sejumlah prinsip yang perlu diperhatikan yaitu :
    1.  Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan,dan kepentingan siswa dan lingkungan
    2.  Beragam dan terpadu
    3.  Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
    4.  Relevan dengan kebutuhan kehidupan
    5.  Menyeluruh dan berkesinambungan
    6.  Belajar sepanjang hayat
    7.  Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
    3.   Strategi pengembangan kurikulum
    1.  Melakukan sosialisasi KTSP kepada seluruh warga sekolah
    2.  Mengadakan musyawarah antara kepala sekolah, tokoh masyarakat, dan pakar kurikulum untuk mengembangkan kurikulum
    3.  Menciptakan suasana kondusif
    4.  Penyiapan sumber belajar
    5.  Mengembangkan dan menciptakan disiplin peserta didik
    6.  Pengembangan kemandirian kepala sekolah
    7.  Membangun karakter guru
    4.   Acuan Operasional Penyusunan KTSP
    1.  Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia
    2.  Peningkatan potensi, kecerdasan dan minat sesuai tingkat perkembangan dan kemampuan siswa
    3.  Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan
    4.  Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
    5.  Tuntutan duina kerja
    6.  Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
    7.  Agama
    8.  Dinamika perkembangan global
    9.  Persatuan nasional dan nilai – nilai kebangsaan
    10.   Kondisi sosial budaya masyarakat setempat
    11.   Kesetaraan jender
    12.   Karakteristik satuan pendidikan

    1. Proses Penyusunan KTSP
               Penyusunan KTSP mencakup komponen :
    ·      Pengembangan visi dan misi sekolah
    ·      Perumusan tujuan pendidikan satuan pendidikan
    ·      Pengembangan dan penyusunan struktur dan muatan KTSP
    ·      Penyusunan kalender pendidikan
    ·      Pengembangan silabus
    ·      Pengembangan RPP
    Untuk itu diperlukan proses dan waktu yang cukup panjang dalam mengembangkan kurikulum.
    Sesuai komponen yang dikembangkan tersebut, maka tahap – tahap yang harus dilakukan dalam mengembangkan KTSP adalah :
    1.  Menganalisis konteks
    2.  Dilakukan school review dan benchmarking
    3.  Penyusunan komponen KTSP

    BAB III
    PENUTUP

    A.     Kesimpulan
    Dari pembahasan materi diatas dapat ditarik kesimpulan :
    1.  Bahwa KTSP adalah salah satu kurikulum operasional yang dikembangkan dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan.
    2.  KTSP memberikan peluang dan kesempatan kepada pihak sekolah untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan kebijakan mengenai pengembangan dan penyelenggaraan pendidikan sehingga diharapkan memberdayakan semua potensi yang dimiliki.
    3.  KTSP mempunyai visi-misi yang berlandaskan tujuan pendidikan nasional demi terwujudnya cita-cita,dengan memperhatikan kebbutuhan siswa.
    4.  Pengembangan KTSP melibatkan seluruh komponen sekolah mulai dari kepala sekolah samapai tokoh masyarakat.

    B.    Saran
    1.  Perlunya peningkatan pemahaman dan motivasi mahasiswa yang notabesnya calon guru dalam hal mempelajari Pengembangan Kutikulum.
    2.  Perlunya pemahan Guru dalam mempelajari “Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) “ agar pembelajaran yang diperoleh siswa sesuai dengan situasi dan kondisi dan sesuai yang diharapkan.
    3.  Perlunya mewujudkan tujuan proses pendidikan dan pembelajaran yang menyeluruh dalam segi aspek afektif,psikomotorik dan kognitif siswa agar proses pembelajaran kurikulum KTSP dapat mencapai tujuan yang diharapkan dan diprogramkan.

    Label: ,